This Beautiful and Young Girl Works as a Construction Worker to Be Able to Buy Her Own House










===============================

Next Articel: Perawatan Tubuh

Gemuk vs Langsing, Siapa yang Lebih Bahagia?


Musim liburan tentu menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga. Saat berkumpul biasanya tidak lepas dari yang namanya makan-makan, sehingga peduli amat soal diet.

Namun bagi kalian yang memang berniat diet tapi gagal di musim liburan, jangan khawatir. Karena menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan University of Bristol, seseorang yang gemuk itu malah cenderung lebih bahagia.

Orang yang memiliki kelebihan berat badan ternyata lebih bahagia dalam menjalani hidup, terlepas dari resiko kesehatan, seperti kondisi jantung, resiko stroke, dan diabetes.

Penelitian yang diketuai oleh Louise Millard dan George Davey Smith, serta dipublikasikan di International Journal of Epidemology ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mereka dapat menggunakan PHESANT (PHEnome Scan Analysis Tool) untuk melakukan pemindaian fenom otomatis di Biobank Inggris.

Biobank Inggris atau UK Biobank merupakan database di Inggris yang isinya data genetik dari 500.000 pria dan wanita dari umur 37 sampai 73 tahun.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan fakta tentang hubungan antara BMI (body mass index) seseorang dengan kesehatannya. Orang yang indeks massa tubuhnya tinggi (kelebihan berat badan) memiliki resiko lebih tinggi terserang diabetes, tekanan darah tinggi, dan bisa mengalami masa puber di umur yang lebih muda dari normalnya.

Namun, ternyata terdapat fakta lain yang mengejutkan peneliti, yaitu orang yang indeks massa tubuh nya tinggi memiliki pikiran yang lebih tenang.

"Kami juga mendeteksi asosiasi penyebab yang belum diketahui," jelas para peneliti.

Para peneliti mengungkapkan bahwa orang yang indeks massa tubuh nya tinggi, menganggap diri sebagai seseorang yang santai, tidak gampang gugup, dan jarang merasa tegang.

Pakar nutrisi Royal College of Psychiatrists, Dasha Nicholls, menjelaskan tentang bagaimana pola makan mempengaruhi keadaan mental. "Kami tahu jika seseorang mengalami gangguan gizi maka akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengatur emosi," ucapnya.

Menurut Dasha Nicole, hasil riset tersebut memang wajar, tidak mengejutkan. Karena pola makan seseorang memang berhubungan langsung dengan kebahagiaannya.

Nah, informasi tadi membatalkan niat kalian untuk berdiet bukan?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "This Beautiful and Young Girl Works as a Construction Worker to Be Able to Buy Her Own House"

Post a Comment