Pakaian Wanita Yang Naik Motor Ini BIkin Heboh Netizen



=============================================

Next Article: Health

Tips Mengatasi Insomnia

Insomnia merupakan gangguan pada tidur dimana seseorang akan kesulitan memulai tidur dan kesulitan mempertahankan tidur.

Insomnia biasanya terjadi karena gangguan non organik (bukan disebabkan oleh penyakit) seperti, kebanyakan minum kopi sebelum tidur, sering begadang, lembur.

Namun insomnia bisa juga disebabkan oleh penyakit. Salah satunya seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau mengorok.

Saat menderita OSA, penghantaran oksigen akan terhambat dan bisa menyebabkan otak kekurangan oksigen atau dalam keadaan hipoksia. Sehingga penderita sering terbangun untuk bernapas kembali secara normal.

Penyebab lain dideritanya insomnia yaitu karena gangguan hormonal dan kondisi mental. Gangguan hormonal seperti hipertiroidisme dan kondisi mental seperti stres, depresi.

Insomnia juga dibagi menjadi tiga macam, yaitu transien, akut, dan kronis. Insomnia transien biasanya terjadi kurang dari satu minggu, disertai gangguan mental seperti stres.

Insomnia akut terjadi kurang dari satu bulan dan insomnia kronis terjadi lebih dari satu bulan.

Gejala-gejala seseorang yang menderita insomnia yaitu kesulitan memulai tidur, saat tidur pun mudah terbangun sehingga tidur tidak berkualitas, mudah lelah, mudah tersinggung, mood terganggu, stres, depresi, siang hari sangat mengantuk, dan pekerjaan terganggu karena konsentrasi dan perhatian menurun.

Dokter Lars Erik Laugsand dari Norwegian University of Science and Technology melakukan studi terhadap 50.000 orang di Norwegia. Penelitian tersebut menyatakan bahwa penderita gangguan tidur tiap malam memiliki resiko penyakit jantung dan pembuluh darah sebesar 45 %, penderita yang susah menjaga kualitas tidur 30 %, dan 27 % bagi penderita yang bangun tidur merasa tidak segar.

Penderita gangguan tidur yang mempunyai riwayat OSA juga memiliki resiko penyakit diabetes dan obesitas. Mereka juga berpeluang tinggi menderita penyakit jantung, pembuluh darah, dan stroke karena tekanan darah meningkat.

Dr. Mohammad Caesario menjelaskan bahwa, “Gangguan tidur yang sifatnya sementara sebenarnya belum memerlukan pengobatan dengan pil tidur seperti yang banyak diceritakan dalam film di televisi”.

Gangguan tidur tersebut masih bisa diatasi dengan beberapa tips saran dokter berikut.

1.    Menenangkan diri sebelum tidur. Tubuh dan pikiran harus rileks, harus yakin juga kalau bakal bisa tidur.

2.    Suasana kamar tidur dibuat senyaman mungkin. Sebelum tidur lampu diredupkan. Temperaturnya dibuat seperti yang diinginkan. Jika terlalu panas bisa menggunakan pendingin ruangan.

3.    Menggunakan pakaian yang dingin dan longgar.

4.    Memainkan musik yang ringan dengan volume kecil agar lebih rileks.

5.    Menghindari meminum kopi dan soda sebelum tidur.

6.    Minum susu hangat karena susu dipercaya memiliki sedikit kandungan hormon melatonin yang bisa membantu tidur.

7.    Jika sudah menikah, berhubungan badan dengan pasangan bisa membantu tubuh lebih rileks dan mudah mengantuk. Dan bagi yang belum menikah, olahraga ringan 15-30 menit setiap harinya bisa membantu.

8.    Pemberian obat tidur biasanya hanya diperuntukkan bagi penderita insomnia yang disertai stres dan depresi.

Selain memberikan arahan, dokter biasanya juga memberikan resep obat tidur yang berfungsi untuk mengatur struktur kimia saraf di otak. Jadi rasa kantuk setelah meminum obat tidur sebenarnya merupakan efek samping dari obat penenang mental.

Obat tersebut jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan toleransi dan membuat penderita membutuhkan dosis obat yang lebih tinggi. Efek samping lainnya yaitu menimbulkan kerusakan organ tubuh, seperti hati dan ginjal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pakaian Wanita Yang Naik Motor Ini BIkin Heboh Netizen"

Post a Comment