Menyamar Menjadi Gelandangan, Walikota di AS Ini Ingin Memahami Kebutuhan Mereka yang Sesungguhnya, Tak Disangka Dia Menemukan Hal-Hal Baru


Siapa sih yang menginginkan hidup gelandangan, luntang lantung tidak jelas dan mengemis di jalanan. Memang terkadang hidup terlalu keras dan membuat mereka kalah dalam persaingan, sehingga tersingkir di sudut jalan tanpa tempat tinggal.

Kondisi ini bisa terjadi dimana saja, sekalipun negara maju Amerika Serikat. Meskipun sudah didirikan organisasi amal yang bertujuan membantu mereka dalam memberikan tempat penampungan, makanan dan berbagai konseling. Tetapi nyatanya hal tersebut tidak begitu efektif karena masih banyaknya gelandangan tetap berkeliaran.

Hal ini menggugah hati Ben McAdams, walikota Salt Lake Country, Utah, Amerika Serikat. Dia memutuskan untuk menyamar sebagai gelandangan untuk mengetahui lebih dalam fenomena pada gelandangan, sehingga diharapkan dapat ditemukan solusi secara tepat dalam menangani mereka.


“Saya melakukan ini bukan untuk pencitraan dan propaganda tetapi sebagai studi di lapangan tentang kehidupan nyata mereka sebelum mendirikan tempat penampungan baru,” kata Ben.

Pada hari pertama, ketika Ben memulai aksi penyamarannya, dia langsung mencoba berbaur dengan beberapa gelandangan setempat. Salah satu gelandangan yang dia temui langsung menyebutnya sebagai gelandangan baru, dan memberikan nasihat kepada Ben. Pertama adalah “Jangan melepas sandal” dan kedua “Jangan ke toilet setelah gelap!”



Malam pertama sebagai gelandangan, dia merasa sungguh berat karena ketika saat tidur dia merasa tidak nyaman dan tidak aman karena berada dalam lingkungan yang kacau dan tidak teratur, ujar Ben.

Pada malam itu, dia menyadari sesuatu yang tidak beres karena masih banyak gelandangan yang tetap saja tidur di jalanan, padahal sudah disediakan penampungan untuk mereka.

Kemudian Ben bertanya kepada salah satu gelandangan dan dikatakan bahwa “Lebih baik tidur di jalan karena di penampungan banyak masalah kekerasan antar geng dan penyalahgunaan narkoba!”




Malam berikutnya, Ben pun mencoba melihatnya sendiri tempat penampungan tersebut. Ternyata benar apa yang dikatakan, banyak gelandangan yang berpesta narkoba secara terang-terangan di sana. Tak hanya itu, perkelahian pun mewarnai tempat penampungan itu, dimana Ben melihat secara langsung ketika kepala seorang pria dijambak oleh pria lain dan dibenturkan ke lantai.

Setelah aksi penyamarannya selama 3 hari 2 malam berakhir. Ben akhirnya menyadari bahwa penampungan yang nyaman dan aman haruslah diberikan kepada mereka, karena sebagian besar gelandangan pusing mengenai tempat tinggalnya.



“Saya harus tidur dimana? Dimana saya harus mencari makanan?” kata Ben.

Sehingga prioritas pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki lingkungan tempat penampungan. Sehingga diharapkan membuat para gelandangan merasa memiliki “rumah”.

“Saya tahu 3 hari 2 malam itu bukanlah apa-apa, tetapi itu membuat saya lebih mengerti tentang situasi sebenarnya. Semoga di masa depan, para gelandangan tahu, jika terjadi sesuatu, saya mempunyai asuransi, saya punya keluarga, saya punya rumah, dan saya bisa mendapatkan bantuan jika menelepon,” kata Ben.

Mungkin ada saja yang menganggap bahwa aksi yang Ben lakukan hanyalah pencitraan, namun terlepas dari itu, seseorang yang bersedia menjalani langsung kehidupan sebagai gelandangan adalah figur politik yang hebat.

Kita tidak akan mengetahui kebutuhan mereka jika tidak mengalaminya sendiri secara langsung.

Ben percaya bahwa melalui pengalaman ini, berharap bisa memberikan bantuan yang baik kepada para gelandangan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyamar Menjadi Gelandangan, Walikota di AS Ini Ingin Memahami Kebutuhan Mereka yang Sesungguhnya, Tak Disangka Dia Menemukan Hal-Hal Baru"

Post a Comment